Bedong baby, boleh gak sih?

Kebiasaan turun temurun membedong bayi sudah dilakukan bagi kebanyakan bunda di Asia. namun apakah bedong bayi diperbolehkan secara medis?

 

Sesungguhnya, bayi dibedong ditujukan agar si kecil merasa nyaman seperti dalam pelukan atau rahim ibu. Dengan dibedong, biasanya si kecil akan merasa hangat dan dipeluk. Rasa aman tersebut sangat penting bagi perkembangan psikologis si kecil. Namun bukan berarti membedong bayi selalu baik akibatnya. Jangan sampai bedong tersebut justru membuatnya ga nyaman, sakit ataupun terganggu pertumbuhannya.

 

Mitos yg sering beredar dalam hal membedong bayi adalah agar kakinya bisa lurus dan cantik. Hal ini salah besar. Dengan membedong bayi yg kencang dan memaksa posisi kaki bayi lurus, justru bisa menimbulkan dampak negatif bagi bentuk dan pertumbuhan tulangnya.

 

Pada normalnya, postur paha dan badan bayi adalah menekuk. Jika dipaksa diluruskan maka bonggol paha bayi akan dipaksa keluar dari tulang panggul dimana tulang panggul bayi yg masih banyak tulang rawan (blm kuat) tidak bisa menahan tarikan tsb sehingga akhirnya terjadi gangguan pertumbuhan dan bentuk tungkai bawah si kecil.

 

Jadi hendaknya bedonglah bayi secara perlahan dan longgar.  Biarkan tubuhnya bergerak bebas sesuai kenyamanannya. Dengan demikian ia tetap merasa nyaman dan tidak terganggu pertumbuhan dan bentuk tungkai bawahnya. Gunakan juga bahan bedong yg bisa dilewati udara, dan sering2 lah mengeceknya jika basah terkena ompol agar tdk menyebabkan area pipis lembab dan berjamur/ruam popok

 

Sebagai tips tambahan, bedonglah bayi saat malam hari, dan buka bedong saat siang hari, agar si kecil terbiasa untuk membedakan saat siang dan malam, dimana siang hari ia bisa terjaga sedangkan malam hari waktunya untuk tidur panjang

 

Demikian tipsnya bagi para bunda, semoga bermanfaat ya

3dPortrait

Replika tangan dan kaki bayi
× WhatsApp 3dPortrait